Disnak Jabar Kembangkan Bibit Sapi Rancah

ternak sapi rancah

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jabar Koesmayadi TP mengatakan pihaknya tengah fokus mengembangkan ternak asli Jabar. Selain domba garut, Jabar memiliki ternak asli unggulan seperti itik rambon, ayam sentul dan sapi rancah.

Menurutnya, sapi rancah tergolong ternak asli yang sedang dikembangkan supaya Jabar tidak tergantung pasokan sapi dari daerah lain. Ternak ini juga memiliki potensi bisnis yang cerah karena harganya relatif tinggi sebesar Rp45.000/kg hidup, namun harganya cenderung lebih stabil dibandingkan sapi biasa.

Sapi ini memiliki ukuran lebih kecil dari sapi biasa, dengan berat rata-rata sekitar 400 kg/ekor. Ukurannya tersebut sangat cocok dipelihara peternak di Jabar karena tidak memerlukan kandang besar. “Sapi rancah juga sangat jinak sehingga kandang cukup dibuat dari bambu,” ucapnya, Selasa (24/9/2013).

Koesmayadi menggambarkan sapi rancah memiliki warna kulit sedikit kemerahan. Sapi ini juga memiliki garis belut di bagian punggung yang membentang dari bagian punduk sampai pantat. Sapi ini banyak ditemukan di wilayah Pangandaran dan Ciamis.

Dia menilai sapi lokal ini lebih unggul karena lebih tahan terhadap cuaca. Proses adaptasi terbilang lebih mudah dibandingkan sapi impor maupun sapi dari luar daerah. “Saat ini, kami tengah mengembangkan bibit unggul Sapi Rancah di UPT Pembibitan Ternak,” pungkasnya. (Sumber : Inilah)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response