Desa di Perbatasan Dapat Bantuan 78 Ekor Sapi

bibit-sapi

Tahun ini masyarakat perbatasan di wilayah Kecamatan Ketungau Tengah mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Mereka mendapatkan bantuan 78 ekor sapi dengan sumber dana dari APBN melalui Satker Distanak Kalbar. Bantuan diserahkan langsung oleh Kabid Peternakan Dinas Pertanian Peternakan Perikanan Sintang, H Wiryono, Sabtu (7/6).

“Yang jelas kami merasa senang dan merasa mendapatkan kembali perhatian dari pemerintah dengan bantuan ini. Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat, dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kami,” ungkap Lunjun, Kades Swadaya, Kecamatan Ketungau Tengah.

Menurutnya, beternak sapi merupakan hal baru dan tantangan bagi warganya. Sebab hingga saat ini tak satupun warganya yang memelihara sapi.

“Model beternak kami masih sangat tradisional. Itupun hanya babi dan ayam saja. Jadi kami memang masih sangat perlu bimbingan,” ujar Lunjun.

Diakui pula oleh Lunjun, ia dan sejumlah warga desanya telah diberikan bimbingan singkat tentang bagaimana memelihara sapi. Namun diakuinya pula, bahwa hal itu masih sangat kurang. Menurutnya, ia dan warganya diminta intens berkomunikasi dengan petugas lapangan dan dinas pertanian dan peternakan. “Kami ingin sapi-sapi ini bisa berkembang menjadi lebih banyak,” ucapnya.

Sementara Kabid Peternakan Distan Sintang H Wiryono mengatakan, pembagian sapi kepada tiga kepala desa, untuk meningkatkan populasi sapi yang memang telah rutin diberikan oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah sendiri hanya mampu menyediakan alokasi dana untuk obat-obatan dan sarana kawin suntik. Meski belum mampu meningkatkan jumlah populasi sapi secara signifikan, namun menurutnya, hasilnya telah mulai terlihat. Dicontohkannya bantuan ternak sapi untuk kelompok tani di desa Kerapa Sepan, Kecamatan Kayan Hilir mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

“Dari 33 ekor yang diberikan kepada petani di desa Kerapa Sepan, sudah ada penambahan 14 ekor. Beberapa indukan yang lain saat diperiksa sedang dalam kondisi bunting. Target kita hal ini juga bisa terjadi di daerah Ketungau ini, sehingga target kita untuk mencapai swasembada daging bisa terpenuhi,” jelasnya.

Wiryono menjelaskan, tiga desa yang mendapatkan bantuan ternak sapi antara lain Desa Swadaya, Desa Wana Bhakti dan Desa Sumber Sari. Masing-masing desa akan mendapatkan 26 ekor sapi dengan rincian 23 betina dan 3 jantan. Kelompok tani yang akan memelihara 26 ekor sapi tersebut adalah kelompok tani Tabau Mandiri Desa Swadaya, Petuah Maju Desa Wana Bhakti dan kelompok tani Seguntung Maju untuk Desa Sumber Sari. Selain bantuan ternak sapi, pendanaan dari APBN juga mencakup penyuluhan dan bantuan kandang. “Jadi nanti mereka akan diberikan bantuan untuk membuat kandang, kemudian pihak desa lah yang selanjutnya bertanggungjawab untuk mengelolanya. Harapan kita dari 26 ekor sapi ini bisa bertambah banyak sehingga bisa memenuhi pula kebutuhan daging masyarakat Sintang,” terangnya.

Selama ini menurutnya, tingkat kegagalan ternak sapi bantuan dari pemerintah pusat bukan pada masalah teknis. Karena pada bidang peternakan tidak diperlukan pendampingan yang intens, namun komunikasi yang intens.

“Kalau ternak sapi inikan jarang mati, karena Sintang memang masih bebas dari penyakit yang mematikan. Penyakit yang biasa menyerang paling kembung. Tapi kalau itu segera dikomunikasikan maka akan langsung bisa ditangani. Kegagalan kita itu justru pada soal sosial masyarakatnya, misalnya sapi di jual atau dipotong,” jelasnya.

Dijelaskan Wiryono, di tahun 2013 lalu, bantuan ternak sapi yang sama diberikan kepada sejumlah kelompok tani di desa di wilayah Kecamatan Ketungau Hilir. Selanjutnya direncanakan jika bantuan dari pusat masih ada, akan diarahkan untuk di wilayah Kecamatan Ketungau Hulu.

“Kita memang ingin melakukan pengembangan kawasan perbatasan, maka kita dorong di tiga kecamatan itu. Target kita juga untuk penambahan populasi dan bisa membantu memenuhi kebutuhan daging untuk masyarakat Sintang, sehingga tidak terus bergantung dengan pasokan dari luar,” harapnya.(Sumber : rakyat-kalbar.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response