Daun Sepatan, Pakan Ternak Sapi Yang Belum Dilirik

Daun Sepatan Pakan Ternak

Tak banyak yang tahu tentang daun sepatan. Padahal, daun sepatan ini disukai ternak sapi dan berkhasiat untuk penyembuhan berbagai penyakit. Dusun V Sidorejo Damar Itam, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Langkat, merupakan salah satu lokasi yang mudah untuk mendapatkan daun berserat banyak ini.

Simel, seorang warga mengatakan, di ladangnya yang seluas 3 hektare banyak terdapat pokok sepatan yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan cep-cepan. Untuk mendapatkan daun tersebut, ia harus memanjat pokok yang tingginya bisa mencapai lebih 10 meter.

“Di sini masih banyak pokoknya,” katanya kepada MedanBisnis, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, daun tersebut tidak begitu banyak digunakan oleh masyarakat setempat. Hanya sesekali kalau ternaknya mengalami sakit, maka dengan mengkonsumsi daun tersebut, sakit ternak lembu tersebut langsung sembuh.

“Karena di sini sendiri juga tidak begitu banyak yang beternak lembu,” katanya.

Menurut Simel, sebulan yang lalu, dirinya dengan beberapa masyarakat lainnya mampu menjual daun sepatan sebanyak 1,5 ton kepada pendatang dengan harga Rp 2.000 perkg. Daun tersebut, digunakan untuk pakan ternak lembu di daerah lain, misalnya di Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Simalungun.

Namun demikian, yang menjadi kendala saat ini adalah serangan ulat daun yang jika muncul selalu bisa menghabiskan sebagian besar daun di pokok tersebut. Ulat daun tersebut sepanjang 1 cm dan bentuk badan menyerupai lipan dan sedikit berbulu dengan warna merah.

“Seringkali ada ulatnya, kalau sudah ada serangan, bisa habis semua daunnya,” katanya.

Pokok sepatan tidak hanya bisa dimanfaatkan dari daunnya saja. Pokok Sepatan memiliki bentuk batang yang tinggi dan lurus dengan sedikit percabangan sehingga laku dijual dengan harga yang lumayan tinggi.

“Kadang kita menjual kayunya, karena pokoknya lurus dan tinggi, pokok ini banyak ditemukan di sini,” katanya lagi.

Menurut Ketua Kelompok Tani Usaha Bersama, Asman Pungut, daun sepatan masih banyak dijumpai di Damar Itam. Tanaman tersebut tumbuh liar di perladangan sekitar tanaman karet. Namun demikian, belum banyak digarap atau dimanfaatkan masyarakat.

“Ya kita lebih fokus untuk mengambil getah karet daripada yang lainnya, daun sepatan atau cep-cepan hanya sesekali saja,” katanya. (Sumber : Medan Bisnis)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response