Dari Limbah Menjadi Pakan Ternak Bergizi

pakan ternak fermentasi

Siapa sangka, limbah yang yang biasanya dibuang bisa diolah menjadi pakan ternak bergizi tinggi. Hal ini yang telah dibuktikan oleh para peternak di Kabupaten Gunungkidul.

Beberapa kelompok ternak yang telah berhasil mengolah limbah menjadi pakan berkualitas, adalah Kelompok Ternak Margo Lestari yang beralamat di Banaran Playen, Kelompok Ternak Ngudi Mulyo, Karangtengah Wonosari, Kelompok Ternak Jaya Abadi, Pengkol Nglipar.

Pengolahan limbah menjadi pakan terus berkembang di berbagai wilayah di Gunungkidul, yaitu di Jeruken, Girisekar, Panggang, Dengok Playen dan Klegung.Proses pembuatan pakan alternatif tersebut mendapat pembinaan yang intensif dari Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul.

Beberapa formulasi untuk pembuatan pakan alternatif, antara lain bekatul 25%, ketela pohon 15%, tetes tebu 10%, daun tayuman 8%, daun turi 10%, daun jati 6%, daun munggur 8%, daun lamtoro 8%, daun ketela pohon 7% dan gedebok pisang 3%.

Bahan yang sudah siap kemudian dicacah, bisa memakai mesin pencacah atau chopper atau dengan alat sederhana seperti sabit rumput. Bahan yang telah dicacah lalu dicampur menajdi satu dan dimasukkan ke dalam drum plastik atau tong selapis demi selapis. Setiap lapisan diberi cairan tetes tebu dan dipadatkan.

Akan lebih jika campuran bahan pakan diberi biostater untuk menguraikan kandungan sellulosa. Setelah tempat pembuatan pakan penuh kemudian ditutup rapat dan ditunggu selama satu minggu.

Pakan yang sudah jadi akan terasa harum, tidak berbau busuk dan tidak ada jamur. Pakan yang sudah jadi siap diberikan pada ternak sapi atau kambing atau ternak ruminansia lainnya. (Sumber : Berita Daerah)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response