Cegah Sapi Bunting & Perah Dipotong, Pemerintah Beri Intensif 500 Ribu

sapi bunting

Kementerian Pertanian (Kementan) tetap mengandalkan program memberikan insentif uang tunai Rp 500.000/ekor kepada peternak yang tak memotong sapi betina/bunting maupun sapi perah. Hal ini dilakukan untuk mencegah menurunnya populasi sapi produktif di Tanah Air.

Kementan mengimbau kepada para peternak agar tidak menjual sapi perah dan sapi betina produktif untuk dipotong walaupun harga daging saat ini mencapai Rp 95.000/Kg.

“Jangankan sapi perah, sapi yang berpotensi bunting pun tidak boleh dipotong,” tegas Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Selasa (5/3/2013).

Oleh karena itu, pihaknya tetap mengalokasi insentif sebesar Rp 500.000/ekor kepada para peternak yang tidak menjual hewan ternak produktif untuk dipotong.

“Makanya ada insentif dan sampai saat ini masih jalan. Yang jelas tiap tahun selalu ada anggaran untuk kompensasi itu. Jika terjadi seperti itu atas nama kita kekurangan daging itu bagian moral hazard. Sampai memberi insentif pun itu bagian dari janganlah motong,” katanya.

Ia juga menambahkan jangan sampai ketidakpedulian peternak menjadi penggangu untuk mewujudkan swasembada daging 2014. “Jangan kebutuhan jangka pendek mengganggu kebutuhan kita jangka panjang sebab sapi berpotensi produktif akan menurunkan produktivitas jangka panjang dan susu kita juga,”. (Sumber : Detik Finance)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response