Cegah Flu Burung, Kalsel Tolak Unggas Dari Luar

Waspada Flu Burung

Merebaknya virus flu burung (AI) strain baru di Pulau Jawa membuat Pemprov Kalimantan Selatan khawatir. Dinas Peternakan Kalsel melarang unggas (itik) dan produknya dari luar daerah masuk ke wilayah tersebut.

“Virus AI yang menyerang di Pulau Jawa adalah jenis baru dan sangat mutan, dengan kematian mencapai 46 persen. Karena itu kami tidak memberikan rekomendasi masuknya unggas (itik) luar dan produknya ke Kalsel,” tutur Maskamian Anjam, Kepala Dinas Peternakan Kalsel, di Banjarmasin, Minggu (16/12).

Pihaknya juga meminta kepada seluruh peternak untuk mewaspadai penyebaran virus AI tersebut, dengan melakukan langkah-langkah sanitasi kandang (biosecurity) dan vaksinasi. Diakuinya, wilayah Kalsel juga rentan terserang virus AI maupun kematian unggas akibat penyakit tetelo, seperti beberapa tahun silam.

Populasi itik di Kalsel diperkirakan mencapai empat juta ekor, sedangkan produksi telur itik perharinya sebanyak dua juta butir telur. Kabupaten Hulu Sungai Utara, merupakan daerah sentra peternakan itik yang dikenal dengan nama itik Alabio.

Sementara, populasi unggas jenis ayam pedaging mencapai 20 Juta ekor, ayam petelur dua juta ekor dan ayam kampung sekitar delapan juta ekor. Tingkat konsumsi ayam masyarakat Kalsel setiap harinya mencapai 50.000 ekor. Sebagian produksi ternak ayam dan telur Kalsel dikirim ke provinsi tetangga Kalteng dan Kaltim. (Sumber : MI)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response