Bupati Bogor Nurhayanti melakukan panen 1.000 pedet

pedet-anak-sapi

Bupati Bogor Nurhayanti melakukan panen 1.000 pedet (anak sapi) dari sentra peternakan rakyat, pedet dalam acara tersebut termasuk pedet dari hasil breeding yang dilakukan oleh PT. Multiagro Pangan Lestari (MPL) anak perusahaan kelompok usaha Artha Graha Network yang didirikan oleh pengusaha nasional Tomy Winata.

Panen pedet tingkat Propinsi Jawa Barat 2015 dilaksanakan bersamaan launching Sentra Peternakan Rakyat (SPR) di Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa (23/11) yang dihadiri oleh Pejabat Daerah, Perwakilan Kepolisian, TNI, pimpinan PT. MPL Kusmanto Harapan dan Sutedi Djunaidi serta pengusaha-pengusaha peternakan sapi di Kabupaten Bogor. Bupati mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor, terus menggenjot menghasilkan bibit pedet/anak sapi guna mencapai swasembada nasioanal.

“Pengembangan pedet perlu terus dilakukan mengingat permintaan terhadap daging maupun susu sapi semakin meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Sutedi Djunaidi mengatakan PT. MPL sudah mengembangkan pedet ini sejak 7 tahun lalu dan kini mulai panen. Pada acara ini, PT. MPL mengirim ratusan pedet – pedet anakan yang lahir dari hasil 1.500 ekor sapi yang diternakkannya di Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Selain itu, lanjutnya, dukungan kami terhadap pemerintah juga diwujudkan dalam keikutsertaan PT. MPL di bawah naungan Artha Graha Peduli dalam operasi pasar daging sapi yang berturut-turut diadakan pada tahun 2011, 2013, dan 2015 menjelang hari raya Idul Fitri bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan PD Pasar Jaya.

Artha Graha Peduli menjual daging sapi kepada para masyarakat dengan harga miring, harga daging sapi yang dijual oleh Artha Graha Peduli selalu lebih murah daripada harga daging sapi di tingkat pasar umum. Pada operasi pasar lebaran lalu, Artha Graha Peduli menjual daging sapi di Jakarta dengan harga Rp. 70.000/Kg sementara harga pasar sudah melebihi Rp. 100.000/Kg

“Kami senang bisa berbagi dan menjual daging sapi dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat,” kata Kusmanto.

PT. MPL, lanjutnya, terus berupaya untuk menambah kontribusi pasokan daging sapi lokal untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, yang baru terpenuhi sekitar 65% dari asupan lokal dan selebihnya dari impor.

“Untuk anakan sapi Bali, PT. MPL merupakan perusahaan yang tersukses dalam program breeding di Jawa Barat. Sapi Bali susah diternak di luar Bali, ternyata di tempat kita, sapi Bali bisa beranak-pinak,” katanya.

Menurut Kusmanto, perusahaannya tengah membuat peternakan sapi terpadu, mulai dari pembibitan, penggemukan, dan pengolahan untuk memutus rantai supply yang panjang sehingga dapat disalurkan ke masyarakat secara langsung dengan harga yang terjangkau.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.