Bisnis ternak Susu Sapi Perah 2014 Membaik

Ternak Kambing Perah PE

DUNIATERNAK.COM, – Tahun 2014 diprediksi peternak susu sapi perah di Jawa Timur terus tumbuh, seiring semakin potensialnya nilai jual susu sapi segar serta dibutuhkan pasokan yang banyak dalam industri industri pengolahan susu.

Ketua Bidang Usaha GKSI Jatim Sulistyanto mengatakan peternakan sapi perah kian berkembang di daerah-daerah. “Seperti di Banyuwangi, Madiun dan Nganjuk sedang berkembang. Artinya, susu sapi segar makin menjanjikan,” kata Sulistyanto, Kamis (3/4/14).

Sulistyanto menjelaskan saat ini tercatat anggota GKSI Jatim sebanyak 52 koperasi yang tersebar di 12 kabupaten. Meliputi probolinggo, Lumajang, Jember, Pasuruan, Malang, Mojokerto, Gresik, Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Ponorogo.

Tapi, pertumbuhan itu tidak diimbangi dengan pembinaan yang maksimal. Saat ini produksi susu sapi segar di wilayah-wilayah baru itu masih rendah.Disebutkan, masih di bawah 5.000 liter per hari. Padahal untuk satu koperasi susu biasanya bisa mencapai puluhan ribu liter.

“Kendati demikian, sudah ada kemauan dari peternak karena komoditas susu dinilai potensial. Nah peternak-peternak baru ini perlu diberi pelatihan. Bahkan supaya lebih berkembang perlu adanya tambahan sapi,” jelasnya.

Ditambahkan Sulistyanto GKSI Jatim mencatat produksi susu sapi segar tercatat 900 ton per hari. Tapi, produksi sempat menurun lantaran erupsi Gunung Kelud Februari lalu. Ada tujuh koperasi yang terkena dampak sehingga produksi menyusut drastis bahkan kosong. Sekarang lima di antaranya sudah berproduksi normal, tinggal dua yang belum maksimal yakni koperasi susu di Ngantang Kabupaten Malang dan Ngancar Kediri.

“Seperti di Ngantang, dari produksi normal rata-rata 62 ribu liter per hari, sekarang sekitar 58 ribu liter per hari. Diperkirakan sepuluh hari ke depan produksi sudah normal kembali. Menyusutnya ini karena sapi stres dan berpengaruh terhadap produksi susu. Selain itu faktor pakan, di mana rumput mengering tapi ssekarang rumput sudah mulai tumbuh karena hujan. Ditambah adanya bantuan pupuk,” tandasnya.

Oleh karena adanya penyusutan itu, suplai bahan baku susu ke industri juga menurun. Seperti satu pabrik susu biasanya pasokan bahan baku susu mencapai 635 ton per hari, tapi karena penyusutan tinggal 500 ton per hari. “Padahal, secara nasional, produksi lokal baru bisa memenuhi 20% dari kebutuhan industri. Sisanya 80% dari impor,” pungkas Sulistyanto. (Sumber : hatindonews.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response