Berawal Hobi, Sugeng Sukses Ternak Murai Batu

Cara Ternak Murai Batu

Berawal kesenangannya terhadap burung Murai Batu, Sugeng (56) warga Taman Barat ini, kini menjadi salah satu peternak burung Murai Batu sukses di Kabupaten Sidoarjo.

Saat ditemui dikediamannya di kawasan Taman, Sugeng mengaku jika kesuksesannya beternak murai batu itu, harus dilaluinya selama 4 tahun.

Sugeng dan Murai Batu Hasil Ternak

“Dulu awalnya saya hanya punya dua pasang Murai Batu, namun selama 1 tahun tidak berhasil menjodohkannya. Dari situ saya terus belajar dan berkunjung ke peternak Murai Batu lainnya, hingga akhirnya saat ini berhasil,”ulasnya.

Di rumah Sugeng saat ini, tidak kurang 25 pasang Induk Murai Batu Jenis Medan, berjajar rapi di setiap kandang berukuran 3 X 2 meter.

Dari situ, hampir tiap bulan, dirinya bisa menghasilkan murai batu anakan yang langsung dipesan para pelanggannya.

“Tiap satu anakan murai jantan berusia 1 minggu, saya jual kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta,” ulasnya lagi.

Masih menurut Sugeng, ada satu teori penjodohan murai batu yang kerap dilakukannya, yaitu mengetahui mana induk murai jantan dan murai betina yang sudah siap dijodohkan.

Yakni antara satu sangkar Murai jantan dan tiga sangkar masing-masing berisi murai betina didekatkan satu sama lain.

Dari situ, akan terlihat mana induk murai betina yang disukai oleh murai jantan yang sudah birai.

“Setelah kita lihat keduanya siap, baru kita masukkan ke dalam kandang besar untuk perkawinan,” tuturnya.

Sementara itu untuk permintaan Murai miliknya, ternyata tidak sebatas penghobi burung dari Sidoarjo dan Surabaya saja.

Dari luar daerah bahkan luar Propinsi pun, kerap ada yang sudah pesan untuk anakan Murai Batu jantan hasil ternaknya. (Kabar Sidoarjo)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response