Banyak Keluar Daerah, Kebutuhan Hewan Kurban Banyumas Kurang

Pasokan hewan kurban Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah diprakirakan masih kurang. Pasalnya, banyak hewan kurban lokal yang justru dijual ke luar kota, terutama ke Jakarta.

Tahun ini kebutuhan hewan kurban sekira 4.000 ekor sapi dan 10 ribu ekor kambing. Dari jumlah tersebut, yang mampu dipasok oleh peternak lokal hanya 80 persen saja. Kekurangan 20 persen terpaksa mendatangkan hewan kurban dari daerah lain.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas Sugiyanto mengatakan kebutuhan hewan ternak dari tahun ke tahun makin meningkat seiring makin banyaknya masyarakat yang mampu beribadah kurban.

“Pasokan hewan kurban harus dipasok dari daerah lain supaya kebutuhan masyarakat terpenuhi,” katanya, Sabtu (20/9).

Dinas Peternakan mengimbau agar masyarakat jeli dalam memilih hewan ternak. Soalnya diantara hewan ternak ada yang terjangkit penyakit. Tanda hewan sehat adalah terlihat aktif, gemuk, bulu licin, dan cukup umur.

“Paling sering ditemukan penyakit cacing hati. Namun ini tidak menular kepada manusia,” jelasnya.

Terkait kekurangan pasokan hewan ternak, pedagang hewan ternak Wangon, Samirun mengaku siap mendatangkan hewan ternak dari luar daerah. Beberapa daerah yang biasa mensuplai wilayah banyumas antara lain Kebumen dan Purworejo untuk sapi. Sedangkan kambing bisa disuplai dari wilayah kabupaten terdekat seperti Cilacap dan Purbalingga.

“Pengepul untuk pasar Jakarta dan Bandung sudah mulai aktif membeli hewan kurban. Ini yang menyebabkan suplai sapi dan kambing di tingkat lokal malah kurang,” jelas Samirun.

Diakui, harga pasaran hewan ternak di Jakarta memang lebih tinggi hampir dua kali lipat dibanding pasar lokal. Akibatnya banyak pedagang yang tergiur untuk mengirim ke kota besar.

“Akibatnya yang disini malah kurang,” pungkasnya.(sumber:rmol)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response