Bangun Pabrik Daging Beku di NTT, Australia Investasi Rp200 Triliun

kualitas daging sapi lokal

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) NTT mendukung investasi Australia melalui Vico Group di Kabupaten Kupang dan Sumba Tengah Rp200 triliun untuk pembangunan pabrik daging beku, pelabuhan peti kemas internasional dan bandara internasional.

“Prinsipnya sangat mendukung kalau investor yang sungguh-sungguh menanamkan modalnya di daerah ini, terutama di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Sumba Tengah yang saat ini tercatat potensial untuk pengembangan ternak sapi di Nusa Tenggara Timur,” Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi NTT, Semuel Rebo, di Kupang, dikutip Aktual, Minggu (18/5).

Mantan Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT itu mengatakan, dukungan itu tidak hanya sebatas membuat pernyataan tetapi menyata di Kabupaten Kupang sudah disediakan “mini ranch” seluas 1.000 hektar dari target 4.000 hektar untuk jangka lima tahun ke depan.

“Mini ranch ini untuk pengembangan sapi kopel (bibit), penggemukan (paron) dan untuk penyelamatan sapi betina produktif,” katanya.

Ia mengatakan, hasil koordinasi dengan Kadis Peternakan Kabupaten Kupang, Yacoba R. Ludjuwara menyebutkan dukungan nyata ini juga bertepatan dengan rencana kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, bagi penyediaan kebutuhan daging penduduk Jakarta.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Kupang sedang menyiapkan mini ranch. Untuk tahap pertama 1.000 hektar dari target 4.000 hektare.

“Di areal mini ranch milik pemerintah ini, pihaknya akan mengembangkan sapi kopel (bibit) atau breeding, penggemukan sapi (paronisasi) serta upaya penyelamatan sapi betina produktif,” katanya.

Untuk pengembangan sapi kopel dan paronisasi saja, tahun ini pihaknya mendapat kucuran dana dari APBD Kabupaten Kupang sebesar Rp1,5 miliar.

Dia mengaku jumlah dana ini tidak mencukupi karena ketersediaan anggaran sangat terbatas. Namun pihaknya terbantu oleh intervensi dana dari Pemprov NTT maupun pemerintah pusat dalam jumlah yang cukup signifikan.

Jadi apabila rencana pembangunan pabrik pembekuan daging sapi yang terbesar di Indonesia Timur, oleh investor dari Australia terlaksana infrastruktur itu sudah ada.

“Jadi semua sapi potong di daratan Timor bahkan NTT, diolah dagingnya di pabrik ini lalu dikirim ke Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan kota-kota lainnya.

“NTT terutama Pemkab Kupang akan merasa lebih untung bila mengirim daging sapi beku ke Jakarta dari pada mengirim sapi bakalan dan sapi potong,” katanya.

Alasannya, jika mengirim daging sapi beku dipastikan akan menggerakkan dan menghidupkan sektor informal seperti penyerapan tenaga kerja, menghidupkan industri hilir seperti pengrajin kulit sapi, industri pupuk cair organik dari limbah sapi, dan sebagainya.

“Selain itu, kalau mengirim sapi potong dan sapi bakalan, dikuatirkan terjadi penyusutan berat badan bahkan kematian mengancam akibat cuaca buruk dan keterbatasan fasilitas kapal pengangkut ternak sapi potong,” ucapnya Sejumlah investor Indonesia dan Australia yang tergabung dalam Vico Group akan menanamkan investasi senilai Rp200 triliun untuk pembangunan pabrik daging beku, pelabuhan peti kemas internasional dan bandara internasional di Kabupaten Kupang dan Sumba Tengah.

Rencana investasi sebesar itu sudah didahului dengan dilakukan survei di dua lokasi itu (Kabupaten Kupang dan Kaupaten Sumba Tengah) da akan dilanjutkan dengan studi kelayakan dan kegiatan analisis bisnis lainnya pascasurvei itu.

Dari hasil survei yang dilakukan awal 2014 dan didampingi langsung Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, pihak investor memilih Kecamatan Sulamu di Kabupaten Kupang dapat dibangun pelabuhan peti kemas internasional dan bandara internasional serta pabrik daging beku.(Sumber : aktual.co)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response