Balitbangtan Luncurkan Alat Deteksi Penyakit Surra dan Toxoplasma

penyakit surra

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) meluncurkan Kit (alat) deteksi untuk penyakit Surra dan Toxoplasma, Kamis (1/9/2016) di Kantor Pusat Balitbangtan.

Penyakit Surra menurut Keputusan Menteri Pertanian nomor 4026 tahun 2013 masuk dalam daftar penyakit PHMS yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam penanganannya. Penyakit ini dapat menyerang hewan liar, ternak dan hewan kesayangan. Terutama untuk ternak kuda, kerbau dan unta sangat peka terhadap surra.

Kemudian, Toxoplasmosis walaupun bukan masuk dalam kategori penyakit PHMS namun merupakan penyakit ZOONOSIS yang juga perlu mendapatkan perhatian secara serius karena berbahaya terutama pada ibu hamil dan anak-anak.

Penyakit ini banyak ditemukan prevalensi tinggi di seluruh dunia. Sero prevalensi toxoplasmosis manusia di Indonesia adalah 43-88% sedangkan toxoplasmosis pada hewan dilaporkan 6-70%.

Produk Kit deteksi penyakit surra ini diberi nama SURELISA Kit-Te, yang dikembangkan oleh Balitbangtan bekerjasama dengan Balai Veteriner Banjarbaru, untuk deteksi antibody pada ternak yang terinfeksi Trypanosoma evansi.

SURELISA Kit-Te memiliki tiga varian, yaitu SURELISA Kit-Te (Equine), SURELISA Kit-Te (Bovine) dan SURELISA Kit-Te (Multispesies). Kit ini dikembangkan untuk deteksi antibody IgG maupun Ig M pada hewan yang terinfeksi Trypanosoma evansi dalam serum hewan atau plasma. Kemampuan uji SURELISA Kit-Te akurasinya adalah 94,65% dengan sensitivitas 93,13% dan spesifisitas 9,21%.

Kit Deteksi untuk Surra merupakan kerjasama antara Balai Besar Penelitian Veteriner dengan Balai Veteriner Banjarbaru sedangkan Kit deteksi Toxoplasma merupakan kerjasama antara Balai Besar Penelitian Veteriner dengan Balai Veteriner Lampung.

Sedangkan Kit untuk deteksi penyakit Toxoplasma diberi nama To-MAT Kit merupakan uji serologis berbasis uji aglutinasi untuk mendeteksi antibody terhadap Toxoplasma gondii. To-MAT, yang merupakan kerjasama antara Balitbangtan dengan Balai Veteriner Lampung, memiliki dua varian yakni Red To-MAT untuk mendeteksi antibody pada kasus akut dan kronis Toxoplasmosis.

Kemudian, Blue To-MAT digunakan untuk mendeteksi kasus akut Toxoplasmosis. Kedua varian To-MAT dapat digunakan untuk berbagai spesies hewan dan manusia (multi spesies).

Kit To-MAT dikembangkan untuk dapat diaplikasikan dengan mudah pada laboratorium sederhana dengan kemampuan pembedaan infeksi akut dan kronis. Kit To-MAT juga memiliki akurasi uji 94,89% dengan sensitivitas 98,55% dan Spesifisitas 86,21%.

Sebelum diluncurkan, telah dilakukan harmonisasi untuk uji kedua Kit tersebut yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 29-31 Agustus 2016 di laboratorium parasitologi Balai Besar Penelitian Veteriner.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menyamakan metode pemeriksaan laboratorium kedua Kit agar dalam penerapannya di masing-masing balai serta Laboratorium daerah tidak terlalu berbeda tingkat akurasinya.(Sumber: litbang.pertanian.go.id)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.