Badung Seharusnya Punya Sentra Ternak Babi Terbesar

ternak babi badung bali

DUNIATERNAK.COM, – Potensi dan kemampuan Badung, seharusnya dapat membangun sebuah koloni dan sentra ternak Babi terbesar di Indonesia. Hal ini didukung kondisi masyarakat dan lingkungan yang memadai di daerah tersebut.

Ketua GUPBI (Gabungan Usaha Peternak Babi) Indonesia Cabang Bali, I Ketut Ari menjelaskan, Badung memiliki dana yang cukup untuk mengembangkan usaha ternak babi tersebut. Di Bali tiada rumah tangga tanpa usaha ternak babi. Setiap ibu rumah tangga di Bali, termasuk di Badung pasti memelihara babi.

“Kalau kemauan itu digabungkan dalam satu koloni di lahan desa adat atau lahan pemerintah, maka akan menyebabkan peternak babi dapat menjadi kaya. Saya bisa menjadikan peternak kaya, kalau benar-benar babi dipelihara dengan sistem ini,” kata Ari dalam acara bincangbincang dengan POS BALI, Senin (8/8).

Ia mengatakan, selama ini peternak rumah tangga tidak memiliki nilai tawar di hadapan tukang tukang potong babi. Harga selalu didikte dari luar. Oleh karena itu, peternak harus bersatu, dan mampu membuat nilai tawar, sehingga harga babi tidak dipermainkan seenaknya oleh pihak luar.

Ari mengatakan, sekarang Kecamatan Abiansemal sudah dikembangkan sebagai petani peternak Bali yang besar di Bali. Konsep tersebut dapat dikembangkan di wilayah lain dengan membentuk koloni-koloni lain. Pasalnya, pemerintah baru mengembangkan koloni ternak sapi melalui Simantri, yang nilai ekonominya masih kalah dengan ternak babi – jika dibuat sama dengan koloni sapi.

Ketut Ari, yang pernah sebagai aktivis demo, kini menggeluti usaha di bidang peternakan babi dan pakan ternak. Ia berharap di bawah pimpinan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Badung dapat menjadi wilayah peternak terbesar di Bali dan Indonesia. Pasalnya, banyak orang luar tertarik mengembangkan ternak babi dengan skala besar di Bali, padahal keperluan daging babi terbesar di Jakarta dan Surabaya.

Mengapa mereka memilih Bali, sebab lingkungan masyarakat dapat menerima peternakan babi tersebut sekalipun lahannya lebih kecil dibandingkan di Jawa.

Secara ekonomis, seharusnya peternakan babi lebih baik di Jawa sebab sumber pakan ada di Jawa, lebih dekat dengan Surabaya dan Jakarta. Tetapi lingkungan masyarakat belum memberikan dukungan. Kalau diadakan di Indonesia Timur, sangat jauh jika babi diangkut ke Jakarta dan Surabaya.

Peternakan skala besar, paling memenuhi syarat ekonomis dilakukan di Bali. Masyarakat lingkungan mendukung, tranportasi lancar dan masyarakat khususnya ibu-ibu juga sudah biasa memelihara babi. Memelihara babi satu ekor, sebetulnya sibuknya sama saja dengan memelihara babi 10 ekor bagi setiap orang. Kalau di desa ada ibu-ibu 100 orang dan masing-masing diberikan tanggung jawab 10 ekor dalam satu koloni, maka akan dapat dibesarkan 1.000 ekor babi.

“Benar-benar akan menghasilkan uang yang besar, jika dikerjakan dengan efektif dan efi sien, sebab semua alat, makanan, obat-obatan dikonsentrasikan di satu tempat. Kuncinya, pemerintah harus membantu, sebab dana ada untuk itu. Pemerintah dapat membangun kandang dengan sistem knock down (dapat dibongkar setiap saat) dengan besi. Jika di suatu tempat macet misalnya, kandang tersebut dapat dipindah ke tempat lain,” kata Ketut Ari. (Sumber: posbali.id)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.