Awas Opium Dalam Pakan Ternak Burung

Fumayin Opium

Kalangan peternak dan pecinta burung berkicau dilanda keresahan dengan adanya dugaan kandungan opium (salah satu jenis narkotika) dalam Fumayin, salah satu pakan ternak burung.

Mereka mendesak BNN (Badan Narkotika Nasional) melakukan uji laboratorium dan mengusut importir Fumayin yang berasal dari Belgia dan Belanda tersebut.

Keresahan para peternak yang berjumlah sekitar 50 orang yang tergabung dalam Kicau Mania dan Indonesia Lovebird Association tersebut diungkapkan dalam pertemuan dengan BNN yang dihadiri Direktur Advokasi BNN Brigjen Dr Viktor Pudjiadi, Kasubdit Masyarakat Direktorat Advokasi Deputi Bidang Pencegahan Siti Alfiasih AKS dan Ajun Komisaris Besar, Supardi MH dari Direktorat Hukum BNN, di Restaurant Pulo Dua Senayan Jakarta Pusat, Sabtu (16/2).

Victor Pudjiadi mengaku berbagai macam cara dilakukan untuk mengedarkan narkoba bahkan pakan burung pun digunakan untuk memasukkan ke Tanah Air. “Tetapi saya ingatkan agar pecinta dan peternak burung jangan sekali-kali menggunakan narkoba. Satu orang saja kalian terbukti memakai maka rusak susu sebelanga.”

Menurut Siti Alfisah, semua keluhan penggemar burung yang tergabung dalam Kicau Mania dan Indonesia Lovebird Association akan ditindak lanjuti BNN. “Bila selama ini BNN mengawasi manusia tetapi sekarang burung juga dirasuki narkoba,” katanya.

Awal keresahan peternak dan pencinta burung berkicau bermula sejak penangkapan seorang pedagang burung di Bandung pada awal Januari 2013 atas tuduhan membeli Fumayin yang mengandung opium. Kabar penangkapan itu menyebar di antara peternak dan pencinta burung berkicau.

Para peternak mendesak BNN bertindak cepat agar permasalahan yang mereka hadapi jelas dan tuntas. “Kami pecinta burung sejak tahun 1980 telah menggunakan Fumayin. Itu sebabnya BNN harus segera mengusut kasus ini,” ungkap Gusnadi, salah seorang penggemar burung Kenari.

Di kalangan peternak burung dan pencinta burung berkicau Fumayin dipercaya bisa membuat stamina burung bertambah dan kicauannya nyaring. Fumayin yang bentuknya seperti biji ganja itu pun tak sembarangan bisa dibeli, kecuali hanya di antara penggemar burung. Diperoleh informasi, harga Fumayin di pasaran Rp 1.000 per butir.

Ajun Komisaris Besar Supardi berjanji mengusut importir Fumayin karena pakan ternak itu tidak dilengkapi sertifikat resmi. “Namun, haruslah juga dilaporkan ke Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan). Tentu sambil kita tunggu hasil uji laboratorium BNN,” tandasnya. (Sumber : Wartakota)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response