Amerika Kurangi Penggunaan Antibiotik Pada Ternak Sapi

Antibiotik ternak sapi

Senator Negara Bagian California, Amerika Serikat Dianne Feinstein memperkenalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan mengurangi penggunaan antibiotik dalam industri daging dikutip Takepart, Selasa (30/7/2013).

Hanya beberapa bulan setelah memperkenalkan RUU yang akan memerlukan pelabelan produk yang mengandung bahan-bahan yang dimodifikasi secara genetik, Senator Dianne Feinstein (D-CA) telah mengajukan bagian penting dari undang-undang makanan, yaitu mencegah UU Antibiotik tahun 2013.

Hal ini bertujuan untuk membatasi penggunaan antibiotik penting untuk kesehatan manusia di industri peternakan.

Tindakan ini memungkinkan penggunaan terapi antibiotik pada ternak, dengan dosis yang disarankan untk mengobati penyakit tertentu atau infeksi.

Praktik industri standar yang menambahkan antibiotik untuk pakan sebagai profilaksis dan bertujuan mempromosikan pertumbuhan tidak akan lagi diizinkan.

Mengingat meningkatnya kekhawatiran atas salmonella, campylobacter, E. coli, bakteri listeria berbahaya dan lainnya.

Meningkatnya penyakit akibat resistensi antibiotik pada manusia, merupakan sisi yang sangat diperhatikan.

“Pada tahun 1977, Food and Drug Administration menyimpulkan bahwa antiobiotik dosis rendah untuk pakar ternak digunakan dalam pengobatan penyakit manusia bisa pengembangan antibiotik-resistensi pada bakteri.” ungkap Dianne Feinstein.

Dalam dokumen FDA diterbitkan dalam 77, yang menyebutkan bahwa kekhawatiran Badan atas tanggal penerbitan kembali ke pertengahan 1960-an, itu melaporkan bahwa jumlah antibiotik yang digunakan dalam pakan ternak melonjak dari 1,20 juta pound di tahun 1960 menjadi 7,3 juta di tahun 1970.

Pada 2011, industri daging membeli 20 juta pon antibiotik-hampir empat kali lebih.

Jadi Feinstein, menyusul Perwakilan rekannya Louise Slaughter (D-NY) memperkenalkan RUU untuk membatasi penggunaan antibiotik.

Dokter hewan yang mewakili Asosiasi Beef Cattlemen Nasional, Dr Mike Apley bersikeras mengatakan penggunaan antibiotik saat diperlukan saja, bijaksana dan diatur dengan baik.

“Sayangnya, ada banyak kesalahpahaman dan kekeliruan tentang mengapa dan bagaimana antibiotik digunakan dalam industri ternak,” kata Dr Apley.

Menurutnya banyak yang perlu diperhatikan untuk memproduksi daging sapi berkualitas.

“Yang benar adalah, peternak dan dokter hewan memanfaatkan berbagai alat termasuk vaksin, manajemen kesehatan ternak, genetika dan gizi hewan untuk terus memproduksi daging sapi teraman di dunia,” tambahnya. (Sumber : Liputan 6)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response