Adi Supriyanto, Milyader Ternak Murai Batu Medan

Cara Ternak Murai Batu Medan

Sekitar 6 tahun lamanya Adi Supriyanto (40) warga RT 1/RW 4 Desa/Kec. Sale Kab. Rembang menekuni usaha ternak Murai Batu Medan. Kini setiap tahun pundi uangnya bertambah ratusan juta rupiah, hasil dari usaha Ternak Murai Batu Medan yang semula sempat membuat dia putus asa.

Berawal pada tahun 2005 ketika Adi memutuskan beternak Murai Batu Medan. Dibelinya sepasang indukan burung Murai Batu Medan yang termasuk berkelas, namun setelah 2 bulan lamanya indukan Murai Batu Medan miliknya tak kunjung jua dapat dijodohkan dan bertelur.

Akhirnya dia mencari referensi dari literatur dan berkomunikasi dengan peternak Murai Batu lain, hingga mampu menjodohkan Murai Batu Medan miliknya dan akhirnya bertelur. Sejak  itulah taraf hidupnya meningkat pesat berkat hasil ternak Murai Batu Medan, bahkan layak menyandang gelar milyarder.

Suami Retno Utami (28) ini menjelaskan, hingga kini upaya menjodohkan sepasang burung Murai Medan masih termasuk menjadi kendala. “Paling cepat dalam waktu satu minggu tetapi ada kalanya sampai empat bulan lamanya,” bebernya.

Ayah satu anak itu mengungkapkan, merawat anakan Murai Batu Medan yang baru menetas menuju proses perkembangan juga membutuhkan modal besar. Karena hanya diberi makan kroto (telur semut merah) yang kadang harus dibeli dari luar kota.

“Setelah anakan Murai Batu Medan keluar bulu halus diselingi umpan jangkrik yang di Rembang juga termasuk sulit didapatkan,” sergahnya.

Semula usaha ternak Murai Batu miliknya dilakukan sendiri, namun setelah berkembang pesat menambah tenaga 10 orang dan terhitung setahun silam dia mempekerjakan 25 orang tetangga.

“Mereka dibagi tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing yang sebelumnya telah saya latih dan bina,” tukasnya.

Dia kini memiliki 14 pasang indukan Murai Medan dan telah menjual ratusan ekor anakan Murai Batu Medan. Untuk menangkarkan burung Murai Batu Medan butuh lahan cukup luas karena ekornya terhitung panjang dan menjadi salah satu daya tarik para peenggemar kicauan.

“Tiap indukan Murai Batu saya tempatkan di kandang berukuran 1,5 X 1,2 meter dengan ketinggian 2 meter,” cetusnya.

Untuk harga anakan Murai Batu sendiri dia banderol Rp 1 juta per ekor. Adi tak pusing memasarkan hasil tangkaran, karena sudah cukup dikenal di kalangan kicau mania di tanah air.

“Komunitas penggemar dan kolektor Murai Medan dari kota Jakarta, Surabaya, Semarang, Solo bahkan dari luar pulau banyak yang datang melakukan aksi borong,” imbuhnya.

Dari 14 pasang indukan Murai Batu Medan milikinya, sedikitnya dalam setahun menghasilkan ratusan telur dan setelah menetas tak akan berusia lama di rumah. Karena banyak pelanggan yang ingin memelihara dengan cara mereka sendiri.

“Pelanggan inden sejak masih berupa telur. Bahkan sebelum mriwik (belajar bersuara-red) sudah diambil karena mereka akan mearawat dengan metode sendiri,” pungkasnya. (Sumber : Warta merdeka)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

2 Comments on "Adi Supriyanto, Milyader Ternak Murai Batu Medan"

  1. izal August 27, 2013 at 3:21 pm - Reply

    Ternaknya msh om?? Mantapp.. Boleh pesan 1ekor??

  2. danang November 27, 2013 at 1:02 pm - Reply

    Om bisa pesen ankn murai nya gk? Klu skg harga ankn berapa? INI onmr hp 081328776238 jogja

Leave A Response